Bertambah Warga Terpapar Covid-19, Kades Tremes Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Tremes – Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah warga yang terpapar virus covid-19, Kepala Desa Tremes, Parman, S.E, menghimbau kepada warga untuk terus menjaga kesehatan dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Hal ini beliau sampaikan menanggapi dengan bertambahnya jumlah warga Desa Tremes yang terinfeksi virus covid-19. Berita ini didapat dari hasil swab yang terhadap pedagang pasar Sidoharjo pada hari Selasa sampai dengan Kamis, pekan pertama bulan November 2020 ini.

“ Dengan adanya penambahan warga yang terinfeksi virus covid-19 ini, tentu Pemerintah Desa Tremes kembali menekankan pentingnya dukungan warga sekitar rumah penderita dalam pemenuhan kebutuhan hidup, “ ujar Kepala Desa Tremes.

“ Mengingat bahwa untuk 2 Minggu kedepan yang bersangkutan harus melaksanakan isolasi mandiri, jadi untuk kebutuhan hidup akan diusahakan oleh Pemerintah Desa.”

Pelaksanaan swab di Dusun Sudimoro

Hal senada disampaikan juga oleh Bidan Desa Tremes, Martuti, sesaat setelah keluar hasil swab tersebut.

“ Dengan adanya penambahan jumlah warga penderita covid-19 ini, sudah seharusnya program Jogo Tonggo untuk lebih dioptimalkan, “ kata Mba Uti, sapaan akrabnya. “ Penting juga pemahaman kepada warga sekitar bahwa kejadian ini bukan aib, harus didukung penuh agar warga yang terinfeksi pulih sesegera mungkin.”

Sebagaimana info yang beredar akhir-akhir ini, penutupan Pasar Sidoharjo karena munculnya klaster pedagang yang terkena virus covid-19 ditindaklanjuti dengan swab massal terhadap pedagang Pasar Sidoharjo.

Salah satu warga Desa Tremes yang beraktivitas tiap hari dengan berdagang di Pasar Sidoharjo, mendapatkan hasil positip dari pelaksanaan swab tersebut. Hal ini menambah jumlah penderita covid-19 setelah beberapa saat yang lalu, ada warga Dusun Sudimoro yang terinfeksi covid-19 di perantauan.\

Menjadi satu pemahaman bagi kita semua, bahwa perlu ditekankan kembali penerapan protokol kesehatan lebih ketat lagi. Mengingat bahwa pandemi ini belum berakhir, kelonggaran yang saat ini berjalan mengharuskan semua pihak harus ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan