Godril Camilan Tradisional Dari Biji Pohon Trembesi

Biji pohon trembesi setelah di sangrai

Godril, bagi warga yang tumbuh berkembang sebelum era 90-an akhir dan 2000-an merupakan satu camilan khas teman nonton wayang kulit atau layar tancap di lapangan. Godril yang berasal dari biji buah pohon trembesi ini dahulu gampang sekali di temui di warung-warung yang menjajakan makanan ringan, tetapi sekarang ini jika tidak ada moment tertentu sulit menjumpai camilan yang satu ini.

ilustrasi pagelaran wayang kulit

Masih terekam jelad dalam benak penulis ketika dahulu setiap kali ada pertunjukan wayang kulit, baik itu hiburan di acara pernikahan ataupun dalam acara bersih dusun, dapat di pastikan selalu ada godril selain kacang goreng dan marning camilan berbahan dasar jagung.

Godril ini berasal dari biji buah pohon trembesi yang  merupakan tanaman keras dan juga sering di fungsikan sebagai pohon penghijauan . Mungkin karena kemampuan menyerap CO2 inilah maka pemerintah meluncurkan program Penanaman 1 Miliar Pohon tahun 2010 dengan trembesi sebagai pohon utama untuk ditanam.

Biji buah pohon trembesi yang belum di olah

Nama latin pohon trembesi ini adalah Samanea Saman (Rain Tree). Pohon ini aslinya hidup di Amerika Selatan dan sekarang secara natural juga hidup dalam cuaca tropis. Secara natural bisa mencapai pertumbuhan sampai ketinggian 25 meter dan diameter 30 meter.

Disebut Pohon Hujan (Rain Tree) karena air yang sering menetes dari tajuknya yang disebabkan kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Daunnya juga sangat sensitif terhadap cahaya dan menutup secara bersamaan dalam cuaca mendung (ataupun gelap) sehingga air hujan dapat menyentuh tanah langsung melewati lebatnya kanopi pohon ini. Rerumputan juga berwarna lebih hijau dibawah pohon hujan dibandingkan dengan rumput disekelilingnya.

Pohon ini memang diperuntukkan bagi ruang publik yang sangat luas seperti taman atau taman, halaman sekolah ataupun pekarangan rumah yang mempunyai area tanah yang sangat luas.

Pohon trembesi yang masih muda

Ciri pohon trembesi ini sangat mudah dikenali dari karakteristik dahan pohonnya yang akan membentuk seperti bentuk payung. Dan pohon trembesi ini akan tumbuh melebar melebihi ketinggian pohonnya. Dinegara asalnya pohon ini dipergunakan sebagai pohon penyejuk di perkebunan maupun taman.

Selain kelebihan diatas ternyata pohon trembesi juga mampu menyerap CO2 puluhan kali dari pohon biasa. Pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton karbondiokasida setiap tahunnya. (diamaeter tajuk 15 meter). Bandingkan dengan pohon biasa yang rata-rata mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya. Selain itu pohon Trembesi juga mampu menurunkan kosentrasi gas secara efektif, tanpa penghijauan dan memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat.

Bagi generasi sekarang ini, mungkin camilan godril terdengar aneh bagi pendengaran mereka. Padahal camilan ini merupakan salah satu favorit bagi generasi-generasi “old”, dan tentunya manfaat yang terkandung dari camilan ini yang salah satunya dapat mengurangi angin yang masuk ke tubuh kita. Dimana sering kali karena banyaknya angin ini menjadikan tubuh kita begah dan kembung-kembung, dengan mengkonsumsi godril sedikit banyak akan mengurangi gejala-gejala tersebut di atas. Semoga saja camilan yang satu ini selalu ada menemani hari-hari kita, meskipun tidak sebanyak tempo dulu keberadaannya.(admin)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan