Jaksa Jaga Desa Sambangi Tremes

Penandatanganan kerjasama Desa dengan Kejaksaan Negeri Kab. Wonogiri

WONOGIRI – Ada tiga desa di Kabupaten Wonogiri dijadikan percontohan dalam program Jaksa Jaga Desa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri. Ketiga desa itu meliputi Desa Tremes (Sidoharjo), Desa Sendang (Wonogiri) dan Desa Waru (Slogohimo).

Desa Waru dan Desa Sendang dipilih lantaran pembangunan di kedua desa itu dinilai baik. Kedua desa itu menciptakan inovasi-inovasi dalam pembangunan dan pengelolaan Dana Desa yang mengarah kepada terwujudnya desa mandiri. Sedangkan, Desa Tremes dipilih menjadi salah satu fokus perhatian Kejari atas kasus tindak pidana korupsi yang sempat terjadi di desa itu. Kasus itu berdampak kepada masyarakat dan perangkat desa hingga tersendatnya pembangunan desa. “Kami tumbuhkan lagi rasa percaya masyarakat kepada perangkat desa di sana. Kami tumbuhkan lagi semangat membangun kepada perangkat desa. Jadi, desa yang tadinya terpuruk, bisa bangkit lebih baik lagi,” kata Kasi Intelijen Kejari Wonogiri, Amir Akbar Nurul Qomar, saat memberikan pembekalan di aula Kejari Wonogiri, Kamis (4/7).

Penandatanganan kerjasama Desa dengan Kejaksaan Negeri Kab. Wonogiri

Ia menjelaskan intervensi terhadap Desa Tremes dan kedua desa lainnya dilakukan melalui program Jaksa Jaga Desa. Program itu menyasar agar pelaksanaan Dana Desa betul-betul menyasar kebutuhan masyarakat yang berimbas kepada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraannya. Selain itu, desa juga didorong menjadi desa mandiri yang fokus pada investasi, tak sekadar pembangunan fisik melulu. ”Dana Desa tidak selamanya ada. Kalau sudah mandiri, desa tidak bergantung lagi kepada bantuan pemerintah,” tutur dia.

Hadir pula Kabag Pemdes Zyqma Idatya Fitha

Jaksa Jaga Desa akan dimulai dengan pemetaan permasalahan di setiap desa percontohan. Di Tremes, misalnya, akibat kasus tipikor yang melibatkan mantan kepala desa setempat, warga Tremes kini mengalami krisis kepercayaan kepada perangkat desa. Bahkan, warga sempat meminta Dana Desa itu dikelola sendiri oleh warga. Selain itu, perangkat desa sendiri memiliki masalah internal baik semangat korsa maupun administrasi. “Hal ini yang akan kami perbaiki karena mengangkat yang pernah jatuh itu tidak mudah,” imbuh dia.

Amir menuturkan persoalan administrasi sebetulnya tidak hanya terjadi di Tremes. Hampir setiap hari ia menerima pengaduan masyarakat soal ketidakpuasan terhadap pemerintah desa. Selain itu, banyak ditemui pula pengelolaan Dana Desa tidak sesuai ketentuan dan lainnya. Kendati, ia selama ini fokus pada pembinaan-pembinaan. Kecuali, dalam kondisi tertentu dilakukan penindakan seperti kasus Tremes.

sesi foto bersama setelah penandatanganan MOU

Ia berharap program Jaksa Jaga Desa ini berkembang secara lebih luas. Keterbatasan personel dan kondisi geografis Wonogiri yang berjauhan menjadi sejumlah kendala Kejari. Namun, dari tiga desa yang dijadikan percontohan, diharapkan terjadi efek domino bagi desa-desa lain. “Masyarakat wonogiri cenderung lebih mengedepankan budaya terdahulu dan mencontoh yang pernah ada. Program ini akan dievaluasi dulu bagaimana plus minusnya. Tidak menutup kemungkinan ada satu desa percontohan di tiap kecamatan. Jadi mencontohnya lebih dekat,” harap Amir. (sendang-wonogiri)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan