Mbak Utik Bidan Desaku

Mbak Utik yang penuh senyum

Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yang diakui di pemerintah, telah lulus dari pendidikan tersebut, serta memenuhi kualifikasi  untuk didaftar (register) dan atau memiliki ijin yang sah untuk melakukan praktik bidan.

Mbak Utik yang penuh senyum

Tujuan penempatan bidan di desa secara umum adalah untuk meningkatkan mutu dan  pemerataan pelayanan kesehatan melalui puskesmas dan posyandu dalam rangka menurunkan angka kematian ibu, anak balita dan menurunkan angka kelahiran, serta meningkatkan kesadaranmasyarakat berperilaku hidup sehat.

Bagi warga Desa Tremes ketika mendengar bidan desa di sebut, didalam benak warga pasti terbayang nama Bu Bidan Sri Rejeki atau Bu Bidan Giyat . Dua nama tersebut sekarang ini sudah memasuki masa purna tugas alias pensiun.

Mulai Nopember 2018 untuk Bida Desa Tremes di ampu oleh seorang bidan baru yang berusia muda, energi dan ringan tangan dalam melaksanakan tugas kebidanan.

Martuti Lestyaningsih A.Md, nama bidan yang satu ini mungkin masih asing bagi pendengaran warga Desa Tremes. Selain karena baru hitungan hari bertugas di PKD Desa Tremes, Mbak Utik, nama akrab biasa di sapa, tinggal di wilayah Desa Kedunggupit, Sidoharjo.

Ibu dari 2 orang putri, Anisa Yumnaa Ningsih (10 tahun) dan Husna Ardyasworo (5 tahun) ini mengawali tugas menjadi bidandesa yang bertugas di Desa Kebonagung Sidoharjo, pada tahun 2006. Tercatat menikah dengan Dwi Sworo, pegawai BPN Kabupaten Wonogiri pada tahun 2007 dan bertempat tinggal di Dusun Jaten Rt 03 Rw 06 Desa Kedunggupit, Sidoharjo.

Menjadi seorang bidan sebenarnya bukanlah piliha pertama bagi mbak Utik, karena sedari kecil sosok yang bidan desa dengan pembawaan ceria ini bercita-cita menjadi seorang polisi wanita atau polwan. Akan tetapi takdirlah yang menggariskan Mbak Utik untuk menjadi seorang bidan.

Bagi penyuka lagu-lagu bernuansa dangdut ini, menjadi seorang bidan dapat membentuk naluri keibuan yang pada akhirnya membuat kita lebih menghargai seorang ibu dalam kehidupan kita. Dengan menjadi bidan pula, bisa menjadikan pribadi yang lebih dewasa dan bertanggung jawab, rutinitas seorang bidan membuat lulusan Sekolah Tinggi Kebidanan Giri Satria Husada Wonogiri ini lebih displin dan teratur dengan ritme kehidupan.

Sepanjang menjalankan tugas menjadi seorang bidan desa, ada satu kejadian yang akan selalu dikenang dalam ingatannya.

“Kejadiannya sewaktu ada kegiatan monitoring STBM Pamsimas di beberapa tempat,” cerita Mbak Utik, “ Kebetulan saat itu lagi hamil, gak tau kenapa tiba-tiba kecemplung masuk dalam kubangan abu sisa pembakaran, malunya bukan main, keinget sampai sekarang.”

Sekarang ini bidan desa yang menggantikan peran Bu Sri Rejeki , memiliki jadwal buka praktik di PKD Desa Tremes hari Senin dan Jum’at pada hari jam kerja. Dengan prinsip melayani sepenuh hati, Bu Bidan Utik siap mengabdi bagi warga Desa Tremes. (admin)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan