Penghijauan Di Sungai Narwan Dan Gandu Sebagai Hulu Bengawan Solo

Tempuran aliran sungai Narwan dan Gandu di Dusun Jatiwayang

Sebagai salah satu desa yang masuk daerah hulu dari aliran Bengawan Solo, wajib betul hukumnya untuk menjaga kelestarian dari daerah hijau. Hal ini tentunya di maksudkan untuk menjaga arus air agar dapat meresap di tanah-tanah Desa Tremes. Karena jika tidak ada resapan air yang bagus di daerah hulu, tentu akan beresiko besar nantinya di daerah hilir, seperti adanya ancaman banjir di daerah-daerah yang secara topografi berada di bawah ketinggian dari Desa Tremes.

Salah satu upaya untuk menghijaukan wilayah Tremes adalah dengan penanaman pohon sebagai sarana resapan air. Salah satu tanaman yang cepat berkembang adalah pohon sengon, karena dalam jangka waktu kurang lebih 2 tahun pertumbuhan pohon ini bisa dikatakan lebih cepat daripada pohon-pohon lain.

Kebun dengan tanaman pohon sengon di Dusun Kerok

Di tambah lagi sekarang ini ada pabrik pengolahan hasi dari kayu sengon yang tentunya semakin meningkatkan minta masyarakat untuk menanam pohon sengon. Dengan masa tebang yang kurang lebih pada usia 5-6 tahun saja, masyarakat sudah menikmati hasil dari penanaman pohon jenis ini.

Seperti yang terlihat di Dusun Kerok, baik itu di RT 01 maupun RT 02 banyak terlihat kebun-kebun yang di tanam pohon dengan ciri terlihat menjulang tinggi ini. Sebagian besar bibit tanaman sengon yang sudah berumur 3 tahun ini berasal dari bantuan BDAS Solo pada tahun 2015.  Begitu pula di Dusun Nunggulan, tempo dulu masyarakat banyak menanam pohon jati sebagai tanaman yang dapat di jadikan tabungan dari hasil tebang nantinya, sekarang cenderung beralih menanam pohon sengon.

Sementara di Dusun Jatiwayang, berdasar data dari Kadus Kasimo secara kesuluruhan kurang lebih ada lahan seluas 1 hektar yang di tanami pohon sengon. Yang paling luas ada di RT 03 dengan luasan lahan sekitar 3000 M2. Di RT-RT lain banyak tersebar tanaman sengon yang rata-rata berumur 3 tahun dengan cakupan luas lahan di bawah 1000 M2.

Anak sungai ke arah sungai Gandu dengan kontrol banjir dari BDAS Solo

Desa Tremes yang di aliri 2 sungai yaitu aliran sungai Narwan dan Gandu yang menjadi satu pertemuan anak sungai di wilayah Dusun Jatiwayang, sebagaimana daerah-daerah lain yang masuk daerah hulu aliran Bengawan Solo tentu banyak menerima manfaat dari adanya penanaman pohon sengon ini. Selain dapat sebagai resapan air tentu juga hasil dari batang kayu yang dapat di panen lebih cepat daripada jenis pohon-pohon lain yang membutuhkan waktu lama untuk dapat menikmati hasilnya.

Dengan adanya penanaman pohon sengon ini, setidaknya warga Desa Tremes turut serta dalam upaya penanggulangan banjir dari daerah hulu aliran Bengawan Solo yang bermuara sampai daerah Bojonegoro Jawa Timur. Semoga dengan sedikit daya dan upaya ini dapat mengurangi resiko banjir pada musim penghujan. (Admin)

 

 

Facebook Comments

2 Comments

Tinggalkan Balasan