Potensi Budidaya Pembesaran Ayam Pedaging Masih Luas

Kebutuhan masyarakat akan protein hewani terutama yang bersumber dari daging unggas sangat besar, berdasarkan data statistik peternakan, pada awal tahun 70-an kontribusi daging unggas hanya sebesar 15%, tetapi pada tahun 2017 produksinya telah mencapai 2.147,21 ribu ton atau 66,34% terhadap produksi daging secara keseluruhan.

Produksi telur juga memiliki kontribusi yang cukup besar dalam penyediaan protein hewani. Dari total produksi telur secara keseluruhan sebanyak 1.970.853 ton, telur ayam buras sebanyak 196.138 ton (9,95%), sedangkan telur ayam ras sebanyak 1.428.195 ton (72,47%), dan telur itik sebanyak 290.110 ton (14,72%).

                                                                  Wahono, pemilik usaha di lokasi peternakan

Melihat potensi yang sangat luar biasa ini mendorong Wahono, warga Dusun Nunggulan RT 04 RW 03 Tremes mengembangkan usaha budidaya pembesaran ayam pedaging di lokasi peternakan yang tidak jauh dari rumah tinggalnya. Usaha yang di rintis sejak 3 tahun yang lalu ini dimulai setelah tidak mendapatkan hasil maksimal dari usaha yang sebelumnya, yaitu beternak bebek petelur.

belajar dari kegagalan itu, pria kelahiran 1975 ini merintis usaha pembesaran ayam broiler di bekas kandang bebek yang sudah di modifikasi. Akan tetapi hanya ayam broiler berjenis kelamin jantan saja yang di budidayakan, mengingat pertumbuhan ayam broiler jantan cenderung lebih cepat daripada ayam broiler berjenis kelamin betina.

Dalam satu periode masa pembesaran biasanya di butuhkan 60 hari sejak DOC (day old chick) di terima dari penyedia bibit ayam, usaha yang bersifat semi kemitraan ini tidaklah membutuhkan waktu yang banyak dalam pengurusannya/pemeliharaannya. Karena dalam budidaya ayam broiler ini cenderung menekankan pada peternak untuk tidak banyak beraktivitas di kandang peternakan. Hal ini di sarankan agar pertumbuhan ayam tidak banyak terganggu oleh aktivitas peternak.

Proses pemanenan ayam ini biasanya di lakukan sesuai dengan perjanjian di awal dengan pihak inti dari kemitraan, tentunya dengan perjanjian harga jual di saat panen juga. Hal inilah yang sedikit banyak membuat Wahono lebih yakin dengan usahanya, karena adanya kepastian harga jual dari pihak inti kemitraan.

                             Ayam broiler yang dibesarkan khusus yang jantan

Apalagi melihat harga pasar terhadap komoditas daging dan telur yang sering mengalami fluktuatif harga, membuat para peternak harus pandai-pandai mengatur strategi agar ada keuntungan dari usaha di bidang peternakan ini. Akan tetapi dengan adanya perjanjian di awal pemeliharaan tentu para peternak tidak perlu kwatir apabila ada penurunan harga jual di bawah harga pasar jika panen nanti, karena semua sudah jelas di perjanjian sebelumnya. Tinggal para peternak seperti Wahono ini melaksanakan perawatan dan pemeliharaan ayam ternaknya agar didapatkan hasil maksimal.

                                     Tenaga kerja memberi makan harus tepat waktu

Dalam pengelolaan budidaya ternak ayam ini, Wahono di bantu oleh satu orang tenaga yang berasal dari warga sekitar tempat tinggalnya. Bisa di katakan pekerjaan yang di lakukan bisa di kerjakan sambil melakukan aktivitas yang lain. Dengan semangat wirausaha yang tinggi, budidaya pembesaran ayam ini masih menjanjikan keuntungan yang lumayan bagi peternak dengan usaha kecil seperti Wahono. Apalagi jika mampu memberdayakan warga sekitar bukan tidak mungkin , tidak hanya ayam broiler saja yang bisa di budidayakan, bahkan ayam kampung (jowo) bisa jadi peluang usaha yang cukup menjanjikan juga. (admin)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan